LPTQ Jawa Timur-Setelah sepekan penuh kompetisi yang digelar di 12 venue, acara penutupan menjadi puncak kebersamaan ribuan masyarakat Jember. Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan Tari Kolosal "Kejung Syiiran" yang melibatkan 500 pelajar. Tarian ini mengangkat tiga pilar identitas Jember, yakni sebagai kota santri, kota tani, dan kota industri, yang disampaikan dalam perpaduan bahasa Madura, Jawa, dan Indonesia.
Pada MTQ XXXI kali ini, Kabupaten Gresik berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan total nilai 132 poin. Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Sidoarjo (113 poin), disusul oleh tuan rumah, Kabupaten Jember, di peringkat ketiga (97 poin). Peringkat sepuluh besar lainnya diisi oleh Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Lumajang, Madiun, Jombang, Pasuruan, Tuban, serta Kota Pasuruan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan Bendera MTQ dari Bupati Jember, Muhamad Fawaid, kepada Bupati Tulungagung. Hal ini menandai dimulainya estafet tuan rumah untuk perhelatan MTQ XXXII Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.
Bupati Jember menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi aktif. Sementara itu, Adhy Karyono selaku Sekdaprov Jatim menegaskan bahwa kesuksesan di Jember ini menjadi tolok ukur penting bagi Jawa Timur dalam mempersiapkan diri merebut kembali gelar Juara Nasional di Semarang pada tahun 2026 mendatang.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan pesta kembang api yang megah, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kafilah dan masyarakat yang hadir. MTQ XXXI Jember telah berhasil mencerminkan wajah Jawa Timur yang religius, inovatif, dan penuh semangat kemajuan.



إرسال تعليق